Tempat Tali | Timber Hitch

By and | 4 November 2012

Tempat Tali

Perempuan itu terlipat ke dalam sinar matahari dan aku putuskan untuk memanfaatkannya. Matahari, cahaya, merupakan pelajaran mengenai bangunan. Pelajaran atas sinar matahari yang mengena sekarung goni gandum gorden tertutup, menjadi. Aku memintanya mengisi air pada bak mandi dan geli. Perempuan itu menunjukkan-kartu hati. Lalu di menelpon kembali akudi rumah dan aku membayangkan dia di luar, di lapangan tempat seekor kuda mencari rumput. Di tengah hutan. Pokok pohon retak. Meninggalkan pintu dengan kertas pesan kehilangan bertulisan pensil: Ashberry. Inilah hidup tenang. Inilah lukisan benda mati.


Timber Hitch

She folds over into the sunlight and I decide to use it. Sun, light, is a
study of buildings. Study of sunlight intercepting a hessian bag of oats
the shade drawn, drawing. I tell her to draw a bath and laugh. She
points it out – cards hearts. She calls me back on the landline and I
imagine her in a paddock. The centre of the woods. The tree splintered.
Leaves the door pencilled losses: Ashbery. It is a still life. A still life.

 


This entry was posted in 53: INDONESIA and tagged , . Bookmark the permalink.

Related work: