CONTRIBUTORS

Zeffry Alkatiri

Lahir di Jakarta 30 Agustus 1959 dan dibesarkan di Jakarta dalam keluarga campuran Arab-Betawi. Lulus S1 dari Program Studi Rusia FSUI tahun 1986. Lulus S2 dari Program Pasca Sarjana Kajian Wilayah Amerika UI tahun 1996. Lulus S3 dari Program Pasca Sarjana Ilmu Sejarah FIB UI tahun 2006. Menulis buku fiksi dan non fiksi. Salahsatu buku sajaknya berjudul Dari Batavia sampai Jakarta 1619-1999: Sejarah dan Kebudayaan Betawi-Jakarta dalam Sajak mendapatkan hadiah pertama buku sajak terbaik dari PKJ TIM tahun 2000. Pada 2002, buku itu kembali mendapatkan hadiah buku sastra terbaik pertama dari Yayasan Buku Utama Ikapi. Fokus dan konsentrasi pada masalah sejarah sosial dan budaya sekitar Jakarta. Pernah menjadi redaksi di majalah budaya Kita Sama Kita (2003-2004) dan pernah menjadi kolumnis tetap pada majalah Moesson, het Indisch Maanblad di Belanda (2004-2006) yang mengulas tentang perkembangan Kota Batavia sampai Jakarta. Sampai saat ini berprofesi sebagai pengajar dan peneliti di FIB UI Depok.
Zeffry Alkatiri was born in Jakarta on 30 August 1959 and raised there in a multicultural (Arab-Betawi) family. He earned a bachelor’s degree in Russian Studies in 1986, a Master’s degree in American Studies in 1996, and a Doctorate degree in History in 2006 from the University of Indonesia. He writes both fiction and non-fiction, focusing on the socio-cultural history of the Jakarta region. His book Dari Batavia sampai Jakarta 1619-1999: Sejarah dan Kebudayaan Betawi-Jakarta dalam Sajak (From Batavia to Jakarta 1619-1999: History and Culture of Betawi-Jakarta in Poetry) received first prize for best poetry from the Jakarta Arts Council in 2000 and was awarded best book of literature by Yayasan Buku Utama Ikapi in 2002. He has served as editor of the cultural magazine Kita Sama Kita (2003-2004) and is a permanent columnist for the magazine Moesson, het Indisch Maanblad di Belanda (2004-2006). He is currently an instructor and researcher on the Faculty of Social Sciences at the University of Indonesia, Depok.

Batavia Centrum | Batavia Centrum

Batavia Centrum 1933: Chinese women, young and old Totter beneath Buckets of sweat Treading narrow lanes between shops in Pintoe Ketjil 1942: The Japanese arrive Stupid bastard, they say To the Chinese man in calico Miserable from having his godown …

Posted in 40.1: INDONESIA | Tagged ,